Maksudnya didlaam ayat ini pahamilah, yang benar dalam memahaminya maka ingatlah !
“ASYARE’ATU BILAA HAQIQOTIN ‘AATHILAH” Allah berkata : Wahai manusia pahamilah ! Yang apabila hanya syare’at saja yang dilaksanakan walaupun sudah sempurna hal itu hukumnya seperti tempat (wadah) tanpa isi bearti kosong. Dapat diterangkan disini, bahwa orang yang melaksanakan ibadah haji berarti telah sempurna melaksanakan syare’at islam yaitu Rukun Islam yang lima dan sudah sampai di Baitulloh. Akan tetapi belumlah Baitulloh yang sebenarnnya (rumah Allah yang sebenarnya) karena didalamnnya masih hajar aswad (batu hitam), maka disebut kilatnya masih Majazi. Wajibnya haris mengerti Baitulloh yang sebenarnya (Baitulloh Haqiqi). Bagaimana jika seseorang sudah membuktikan Baitulloh Haqiqi akan tetapi tidak mau melaksanakan syare’at Islam ? pahamilah ayat berikut ini : “WAL HAQIQOTI BILAA AYARII’ATIN BAATILAH”. Wahai manusia, kamu sekalian pahamilah ! jika hanya melaksanakan pada hakekat saja hanya melaksanakan dan membuktikan yang disebut Baitulloh, tetapi tidak mau melaksanakan hokum syare’at tanpa tempat (wadah) jadi tersebar kemana-mana.
Bagi yang mampunyai tujuan, tujuannya sudah tahu tetapi menolak melewati jalan yang menuju tempat yang dituju, jadi tidaklah mungkin akan sampai tujuan. Jadi jika syare’at saja, hukumnya bagaikan orang yang berjalan terus tanpa tujuan yang pasti, buktinya Kiblatnya masih Kiblat Baitulloh majazi (pola/contoh), jadi masih keliru. Sebaliknya mengetahui tempat tujuan yang pasti, tetapi menolak untuk melewati jalan, itupun salah tidak akan bertemu atau sampai yang dituju. Maka bagaimana, seharusnya? “FALAA BUDA MUTAZIMAINI BAINAHUMAA”. Allah berkata : Wahai manusia, pahamilah ! kita semua wajib mengumpulkan antara wadah dan isi. Yaitu melaksanakan peraturan syare’at dan melaksanakan peraturan hakekat.
“IQBALUNNAASI ‘ALALMARIIDI QOBLA KAMAALIHI TSAMMUN QOOTILUUN”.
Allah Memerintah : Wahai manusia pahamilah ! taatnya manusia pada jalan menuju kepada Allah, jika belumlah sempurna maka berhenti, hukumnya seperti racun yang membunuh.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Siapa guru mursyid yang tepat untuk berguru ilmu tauhid dengan sebenar benarnya?
BalasHapusApa maksud isi isim ghoib HU ?
Terima kasih sudah membuka mata hati saya untuk lebih mengerti untuk apa manusia dilahirkan kedunia ini.......
Apa maksud dari santri....
san......Manusia
tri......Tiga, Apa yang Tiga (3) itu..?
dimana saya bisa mendapatkan sumber/buku/kitab hadis qudsy tentang guru wasithah?matur nuwun.
BalasHapuswong bejat,mojokerto.
sareat itu jalan menuju tujuan bagi orang yg blum tau jlanya dn bgi orang yg uda tau tdk perlu
BalasHapussareat itu jalan menuju tujuan bagi orang yg blum tau jlanya dn bgi orang yg uda tau tdk perlu
BalasHapus