Kamis, 02 April 2009

‘UBUDIYAH YANG SEMPURNA

Wahai manusia pahamilah ! Allah menurunkan kitab yang berjumlah 104 berisi masalah penting (gati) 4 macam ytiu :
1. Syare’at
2. Tarekat
3. Hakekat
4. Ma’rifat.
Adanya merupakan resep didalam memelihara diri kita. Pahaimilah ! ayat dibawwah ini :
1. “ASYSYARI’ATU FILUL JASADI FAQOD” Allah berfirman : Wahai manusia pahamilah ! yang dinamakan syare’at yaitu sahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji merupakan tat cara memelihara jasad saja. Atau peraturan yang wajib melaksanakan adalah jasad.
Orang yang melaksanakan ibadah haji berulang-ulang tetaplah disebut ibadah syare’at. Hal itu memang sudah benar dan sempurna, sesuai dengan perintah Allah yaitu “Manusia Agar Kembali Kepada Allah” karena orang yang melaksanakan haji sudah sampai di Baitullah. Baitullah artinya rumah Allah. Akan tetapi hal itu belumlah tepat, karena didalamnya masih. Yaitu batu hitam. Mengingat pada perintah Allah agar kembali kepada Allah, kita wajib untuk mengetahui Baitullah (rumah Allah) yang sesungguhnya.
Maka pahamilah ! Kiblatnya pada Baitullah masih Hajar Aswad (batu hitam) itu disebut Baitullah Majazi. Rumahnya Allah berarti masih pola (contoh) karena masih hajar aswad/batu hitam.
Yang demikian ini berarti telah sempurna melaksanakan rukun Islam yang lima dan disebut muslimin-muslimat (orang yang melaksanakan Rukun Islam laki-laki dan sempurna.
Karena Baitullah muslimin dan muslimat tadi masih majazi (pola/contoh), maka Allah masih memberikan perintah kepada muslimin dan muslimat seperti ini : “THOLABUL ILMI FARIDLATUN ‘ALAA KULLI MUSLIMIIN WAL MUSLIMAATIN, MINAL MAHDI ILAL LAHDI” Allah memberi perintah bahwa mencari ilmu adalah fardlu bagi orang Islam laki-laki dan orang Islam perempuan, mulai dari ayunan sampai menjelang masuk liang kubur.
Akan tetapi pahamilah ! Alam dan isinya (dunia) juga disebut mahluq akan rusak fana’ (tidak berwujud), adapaun yang berwujud, sebenarnya hanyalah dzat Tuhan (Rabbi). Jadi adanya perintah Allah mencari ilmu adalah fardlu sebenarnya untuk mencari ilmu Tauhid (didalam Al-Qur’an dinamakan ilmu isim ghoib yaitu maksud kalimah Hu yang merupakan sebenarnya Kholiq.
Janganlah lupa pad aperintah Allah, dapatnya mengerti atau mengetahui isim ghoib wajib untuk mencari Guru Wasitah. Jika yukminuuna bilghoibi (precaya pada maksudnya isim ghoib : Hu) apa bila l;aki-laki dinaamakan mukmin laki-laki, apabila perempuan dinamakan mukmi perempuan.
Tempat percaya itu ada di dalam hati. Allah berfirman : “QULBU MUKMININ BAITULLAH” artinya hati orang mukmin adalah rumahnya Allah, yaitu hati tempat membuktikan Rabbi (Tuhan), dzatnya disebut Allah. Maka dari itu Allah dinamakan isim dzat (isim : nama, dzat : wujud) jadi Rabbi itu dzatnya dianamakan Allah. Pahamilah benar-benar !
2. “WATHORIQOTU FI’LUL QULUUB” Allah Berfirman : yanmg dinamakan tharekat adalah tata cara memelihara hati atau perilaku yang wajib melaksanakan adalah Hati dan dinamakan Iman. Tetapi tidak seperti imannya orang awam (umum). Kalau orang awam hanya mengucap bahwa beriman kalau Allah itu ada, tetapi tidak mau mengetahui bagaimana keadaan sebenarnya atau membuktikan bahwa Allah itu ada.
Adapun imannya orang mukmin siang fan malam senantiasa tetap mengingat (dzikir dengan rasa/mengingat di dalam rasa) pada Rabbi “QUL HU “ artinya tetap mengingat dalam rasa maksud kalimah HU (Isim Ghoib).
3. FAN DZAT, sebab sudah tenggelam FI DZATTILLAH artinya raga ini telah merasa atau mengetahui bahwa wujud raga ini tidak ikut memiliki, mengetahui yang memiliki sebenarnya maka dipasrahkannya. Jika sudah demikian, maka sebenarnya manusia itu mempunyai hak sama dan jika semua manusia itu sudah demikian maka akibatnya antara manusia satu dengan yang lainnya senantiasa saling hormat-menghormati. Jika A bertemu B, berarti bertemu di DZATTULLOH. Jika B bertemu A, juga bertemu di DZATTULLOH. Kalau memang benar-benar keadaannya sudah demikian, hanyalah rasa aman dan tentram yang ada.
Allah Berfirman : seperti ayat dibawah ini, pahamilah !
“FAIDZAA ‘ALIMTA WA ‘ALAMTAHAA ‘ASALOOHU ANYA J’ALAKA WAALIYAN MIN AULIYAAIHI WAAMINAN MINAL AHWAALI WALAAFAATI FIDDUNYAA WAL AAKHIROH” Allah Berfirman : Wahai manusia tatkala sudah mengerti pada kesempurnaanmu yaitu berupa syare’at, tarekat, hakekat dan ma’rifat. Hal itu sudah kamu laksanakan (Allah akan menjadikan kamu sekalian menjadi salah satu dari golongan wali yang tidak ada bedanya seperti wali-wali yang terdahulu. Diberi keselamatan, keamanan dalam segala masalah dan segala marbahaya yaitu selamat dunia dan selamat akherat.
Maka marilah dengan sungguh-sungguh kita perhatikan, ingat ! salah sekali saja maka akan salah selama-lamanya. Allah Berfirman : “WA ‘TASHIMUNU BIHABLILLAAHI JAMII’AA” Wahai manusia, perintah Allah ini yang menjadi sebab berhasilnya kembali kepada Allah itu laksanakanlah dengan sungguh-sungguh ! yaitu supaya mancari Guru Wasitah, kemudian taatilah segala perkataannya, perhatikan semua perkatanaannya. Hal itu sudah ketentuan Allah. “RIDLOLLOOHI BIRIDLO WALIDAII” Allah memberi perintah : wahai manusia ! ingatlah janganlah sampai lupa maksud perintah ini buktikanlah. Kamu sekalian diberi keselamatan oleh Alloh, jika kamu semua mau bertindak atau melaksanakan perintah yang menjadi sebab Allah memberikan Ridlo. Allah memberikan RIdlonya dari orang tua karena dari tingkah lakumu yang selalu membuat senang hati orang tua. Adapun yang disebut orang tua menurut Allah itu adalah Guru Wasitah. Maka perhatikan supaya berbuat yang menjadikan senang hatinya Guru Wasitah. Maka bagi yang sudah memahami, wajib mengingatkan dan memberikan pengertin yang belum mengerti untuk diajak selalu takdzim kepada Guru Wasitah artinya senantiasa berbuat yang menjadi hati Guru itu senang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar