Jumat, 03 April 2009

MANUSIA YANG MUTTAQIN

Pahamilah ! kita dapat menempati akherat apabila sudah ma’rifat dahulu. Didalam A-Qur’an diterangkan bahwa yang mendapat hudan (petunjuk) menurut firman Allah yaitu orang yang percaya pada maksud Isim Ghoib. Perintah dalam kitab suci Al-qur’an itu harus di buktikan dengan sungguh-sungguh, jangan hanya ditirukan saja.
“Allah Berfirman : Wahai manusia yang mendapat petunjuk yang akan lulus selamat dunia-akherat, itu telah ditentukan pada manusia yang muttaqiin.”
Adapun yang disebut muttaqin yaitu semua manusia yang “YUKMINUNA BIL GHOIBI” percaya pada maksud Isim Ghoib. Untuk mengetahui maksud kalimah isim ghoib, kita semua harus mencari Guru Wasitah. “WABTAGHUU ILAIHI WAASITHOH” Allah Berfiman : Wahai manusia ! berpeganglah yang kuat, yaitu dengan mentaati tingkah lakku dari Guru Wasitah. “WA’TASHIMUU BIHABLILLAAHI JAMII’AA” kedua dengan sungguh-sungguh jangan sampai terlena /terlupa dalam melaksankan perintah Allah. “QUL HU” artinya tetaplah masuknya napas senantiasa diikuti dengan maksud kalimah Hu (maksud kalimah isim ghoib). Orang yang demikian ii disebut selalu muhung tahuhid. Dan sampai nafas terakhir dengan berdzikir maksud kalimah Hu, maka disebut mati “Husnul Khotimah” (Bagus Akhirnya). Jika tidak muhung tauhid/berdzikir Qul Hu tetap mengingat maksud kalimah Hu. Orang yang demikian itu, maka orang itu dinamakan mati “Suuul Khotimah” (Buruk Akhirnya). Jadi yang menjadikan manusia Khusnul Khotimah yaitu kekalnya dzikir maksud kalimah Hu (Isim Ghoib) jangan sampai diingat mahluq (dunia) dinamakan dalam keadaan musrik.
Kesimpulan atau garis pokok dari perintah Allah agar selamat di dunia dan akherat yaitu dengan mentaati perintah Allah di dalam Al-Qur’an ayat yang paling awal :
1. Benar-benar senantiasa tetap Qul Hu berdzikir pada maksud isim ghoib (Hu).
2. Memperbanyak sholat sesuai dengan sholat yang diajarkan Guru Wasitah.
3. Memperbanyak amal soleh.
Marilah dengan sungguh-sungguh dilaksanakan, hal itu merupakan ilmu dan amal menurut Allah yang akan menerima Hudan. Kita tidak boleh ragu-ragu melaksanakan perintah Allah tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar